16 Jenis Rempah Kering, Manfaat, dan Cara Menyimpannya

Editorial Mealy

Rempah bukan hal asing lagi di Indonesia, hampir seluruh masakan menggunakan rempah. Ada lebih dari 20 jenis rempah-rempah di Indonesia yang terbagi menjadi dua, yaitu jenis rempah kering dan basah. 

Contoh 10 rempah basah diantaranya yaitu jahe, kunyit, kencur, temulawak, temu, kunci, lengkuas, daun salam, serai, dan asam jawa. Lantas apa saja rempah jenis kering? Simak penjelasan lengkap terkait rempah jenis kering, manfaat, dan cara simpan berikut. 

16 Jenis Rempah Kering dan Manfaatnya

Semua rempah punya manfaat, baik rempah basah maupun kering. Rempah bisa menambah cita rasa yang khas dan lezat pada makanan dan minuman. Tak hanya makanan, rempah juga bermanfaat sebagai obat, dan produk aromaterapi. Apa saja contoh jenis kering? Let’s check it out!

1. Kayu Manis

Kayu Manis

Kayu manis terkenal dengan aroma yang khas sehingga cocok untuk beberapa makanan dan minuman, seperti teh, kue, pie, dan lain sebagainya. Bentuknya seperti kayu, memberikan sensasi rasa hangat dan pedas. Rempah ini bermanfaat untuk kesehatan, seperti menyeimbangkan hormon tubuh.

2. Bunga Lawang

Bunga Lawang

Kamu mungkin lebih mengenal rempah ini dengan sebutan adas bintang atau pekak. Seperti namanya, rempah bunga lawang berbentuk seperti bunga. Aromanya kuat, teksturnya keras, dan berwarna coklat. Rempah ini bermanfaat untuk bumbu daging-dagingan, serta sebagai obat batuk dan reumatik. 

3. Cengkih

Cengkih

Cengkih punya aroma harum yang sangat khas dan kuat. Jenis rempah ini cocok untuk masakan gurih seperti semur, gulai, sup. Makanan manis juga bisa seperti puding dan biskuit. Penggunaan cengkih untuk olahan masakan yang umum adalah bentuk bubuk. 

4. Kapulaga

Kapulaga

Kapulaga biasanya untuk masak gulai, opor, sop buntut, dan olahan ikan. Kapulaga bisa menambah aroma dan rasa yang sedap. Ada kapulaga kecil dan besar, keduanya bisa untuk masakan dan obat-obatan. Jenis besar identik untuk bumbu masakan India.

5. Keluak

Keluak

Kamu pernah makan rawon? Jika pernah, kamu pasti tahu warna kuah rawon itu coklat kehitaman. Sebab warna tersebut adalah dari rempah kering keluak. Bentuknya mirip batu, bagian luarnya keras dan kasar, aromanya khas dan rasanya gurih. Selain rawon, bisa untuk brongkos dan sup konro.

6. Wijen

Wijen

Tidak seperti rempah lainnya yang banyak diolah bersamaan dengan bahan makanan lainnya, wijen merupakan rempah yang penggunaannya bisa tanpa olah atau sebagai topping saja. Ada wijen hitam dan putih. Manfaat wijen, yaitu untuk makanan, menjaga daya tahan tubuh, dan sebagai minyak. 

7. Ketumbar

Ketumbar

Bentuk ketumbar mirip dengan lada. Namun, ukuran ketumbar lebih kecil daripada lada. Warna ketumbar kuning kecoklatan atau coklat muda. Aroma rempah ini sedikit menyengat, bisa menambah rasa gurih pada makanan dan tidak pedas seperti lada. 

8. Lada

Lada

Lada jadi salah satu rempah yang paling sering kamu pakai untuk masak, setuju? Ada jenis lada hitam dan putih. Perbedaan yang jelas terlihat tentu dari segi warna. Selain itu, lada putih dari biji dan lada hitam dari bunga.

Jika kamu suka yang lebih pedas dan meningkatkan cita rasa maka lada hitam bisa jadi pilihan. Contoh, daging sapi lada hitam, omelete, dan pasta. Namun, kalau kamu pilih rasanya lebih ringan dan memberi efek hangat maka kamu bisa pilih lada putih. 

9. Pala

Pala

Pala cocok untuk semur, kari, gulai, dan masakan khas timur tengah. Pala juga menjadi salah satu bahan untuk membuat bumbu rempah kering rendang beserta ketumbar, cengkih, kayu manis, dan rempah lainnya. 

Biji pala sendiri bentuknya bulat lonjong berwarna coklat. Agar lebih mudah, kamu bisa beli pala yang sudah bentuk bubuk. Menggunakan pala untuk masakan bermanfaat untuk memberi aroma harum dan penguat rasa, serta sensasi pedas dan hangat. 

10. Saffron

Saffron

Mungkin kamu lebih familiar dengan bahan saffron untuk skincare. Namun, saffron sebenarnya salah satu rempah yang juga cocok untuk membuat dessert dan minuman, seperti teh saffron. Harganya relatif mahal daripada rempah lain, warnanya merah, dan aromanya khas seperti madu dan jerami. 

11. Adas Manis

Adas Manis

Seperti namanya, rempah satu ini punya sedikit rasa manis dan aroma yang khas. Bentuk adas manis mirip biji padi. Adas manis bisa jadi bumbu masakan. Selain itu, rempah ini cocok bagi kamu yang ingin meredakan nyeri ketika sakit gigi dan gangguan pencernaan.

12. Kas-Kas

Kas Kas

Kamu tahu kas-kas? Mungkin kamu lebih familier dengan sebutan kaca kace. Rempah khas aceh ini rasanya dan teksturnya mirip dengan lada, biasanya untuk taburan roti, gulai, soto banjar, nasi kebuli, dan lain sebagainya. 

13. Kelabat

Kelabat

Kelabat bermanfaat sebagai rempah untuk masakan dan obat herbal. Rasa kelabat sebenarnya cenderung pahit dan punya aroma khas. Rempah mirip biji kacang ini sebaiknya kamu sangrai dahulu sebelum mencampur dengan bahan masakan lainnya atau gunakan yang bentuknya bumbu bubuk. 

14. Jintan

Jintan

Faktanya, jintan bisa berupa minyak obat herbal bermanfaat mengontrol kadar gula darah, menjaga daya tahan tubuh, anti kanker, dan lain-lain. Rempah jintan ada jintan putih dan jintan hitam. bentuknya mirip adas manis dan baunya sedap. 

Jintan hitam lebih sering untuk obat, daripada jenis putih. Jenis rempah kering ini bisa untuk olahan makanan, seperti sop konro, rawon, laksa, tongseng, dan lain sebagainya. Ada pula yang menjadikan jintan sebagai campuran bahan utama untuk membuat camilan gurih.

15. Kemiri

Kemiri

Banyak makanan Indonesia yang menggunakan kemiri, khususnya makanan dengan bumbu dasar putih. seperti opor, lodeh, sate lilit dan lain-lain. Selain itu, olahan kemiri yang tak kalah populer adalah ekstrak minyak kemiri yang bisa menumbuhkan dan menyuburkan rambut.

Tips sebelum kamu menggunakan kemiri untuk olahan, yaitu dengan menyangrai kemiri terlebih dahulu. Kenapa harus sangrai? Proses sangrai bisa membuat aroma kemiri lebih keluar dan makanan jadi lebih nikmat. Kamu bisa sangrai menggunakan wajan atau panggang pakai oven.

16. Angkak

Angkak

Apa itu angkak? Angkak merupakan rempah berwarna merah. Sebenarnya angkak adalah olahan fermentasi dari beras ketan. Warna merah pada rempah ini seringkali menjadi bahan alami untuk pewarna merah makanan, seperti Ikan tim cuka angkak dan sup ayam angkak.

Selain itu, rempah kering ini terkenal bermanfaat untuk mengobati orang sakit demam berdarah dengan meningkatkan trombosit. Mitos atau fakta? Mitos, karena faktanya angkak tidak bisa mengobati demam berdarah. Namun, hanya mengurangi gejala yang timbul. 

Cara Menyimpan Rempah yang Benar

Menyimpan rempah-rempah harus benar agar tidak mudah mengalami kerusakan. Bagaimana caranya? Tempat penyimpanan harus kering, tidak lembap dan bersih agar rempah tidak berjamur, kamu bisa menggunakan kontainer atau karung kain.

Penyimpanan harus kedap udara dan terpisah guna menghindari kontaminasi dari bahan lain, baik dari segi aroma maupun potensi hama. Selain itu, simpan pada wadah dan tempat tertutup untuk menghindari semut, serangga, dan tikus.


Jadi, jika ingin stok rempah kamu jadi lebih awet, jangan lupa simpan dengan tepat. Secara umum, rempah kering sangat cocok untuk kreasi masakan sehari-hari.

Jika ingin tubuh sehat, ada baiknya kamu mulai menyediakan stock rempah kering ini di rumah. Kamu bisa memanfaatkan rempah sebagai obat herbal dan jaga kesehatan tubuh.

Yuk, tulis resep masakanmu

Buat resep di Mealy, dibayar tiap bulan!