4 Teknik Merebus & Bahan Panci yang Aman

Editorial Mealy

Memasak menjadi hobi sebagian orang namun juga ada yang menjadikannya sebuah profesi. Dalam keahlian tersebut bisa dimaksimalkan dengan teknik yang tepat. Contohnya saja dengan teknik merebus yang benar maka akan menghasilkan sajian yang enak. 

Bisa dikatakan bahwa merebus merupakan metode memasak yang tercepat sehingga mudah dilakukan. Siapa saja bisa melakukannya namun belum tentu hasil masaknya bisa lezat dan gizinya terjaga. Proses merebus yang baik harus dikuasai agar makanan lezat. 

Daftar Teknik Merebus yang Harus Dikuasai

Merebus adalah proses memasak yang membutuhkan air untuk penghantar panas agar bahan makanan bisa matang dengan sempurna. Akan tetapi, terdapat beberapa teknik dan bukan hanya menunggu air mendidih lalu memasukan masakan. Kenali beberapa cara merebus yang benar, yaitu:

1. Teknik Boiling

Boiling

Teknik pertama yang bisa digunakan untuk merebus adalah teknik merebus boiling. Jika melihat pada kamus bahasa asing memang nama lain dari merebus ini boiling. Ternyata, ada cara khusus untuk melakukan teknik boiling ini. 

Yang dapat dilakukan untuk proses merebus teknik boiling ini adalah mematangkan makanan dengan cara merendam pada cairan panas. Titik didih yang dapat digunakan pada boiling adalah 100 derajat celcius. 

Tujuan dari proses merebus ini adalah agar bahan masakan yang dimasak bisa matang dengan merata serta sempurna. Pastikan bahwa permukaan pada bahan masakan tersebut terendam dengan baik pada air yang sudah mendidih. 

Untuk besarnya api pada kompor harus diperhatikan dan yang terbaik adalah stabil karena berpengaruh pada proses memasak bahan makanan kamu. 

Cairan yang digunakan untuk merebus makanan dengan teknik boiling adalah air bersih. Cara ini bisa saja menggunakan cairan lainnya seperti susu cair untuk pusing, santan untuk masakan gurih, dan lainnya. Jadi, tinggal disesuaikan saja. 

Sedangkan, untuk waktu memasaknya cukup fleksibel karena tinggal disesuaikan dengan tingkat kematangan makanan yang diinginkan. Jika semakin lama memasak maka pada teknik ini akan membuat makanan lebih matang sempurna. 

Namun, teknik ini tidak disarankan digunakan untuk memasak sayuran karena kandungan gizinya akan banyak yang terbuang. Selain itu, akan membuat sayuran menjadi tidak cantik karena warnanya cenderung gelap dan kusam.

2. Teknik Simmering

Simmering

Jika ingin memasak dengan api yang kecil maka bisa menggunakan teknik simmering. Teknik untuk merebus menggunakan api kecil ini berbeda dengan teknik boiling karena berbeda pada titik didihnya. Titik didih yang digunakan pada teknik simmering ini dibutuhkan pada suhu 80 – 95 derajat celcius saja. 

Gelembung-gelembung yang diciptakan akan terbentuk cukup kecil. Langkah ini, biasanya akan dilakukan agar kandungan air pada sajian bisa disusutkan. Cara yang tepat untuk membuat kaldu yang membutuhkan waktu cukup panjang. 

Waktu memasak yang cukup panjang tersebut juga dipengaruhi oleh rendahnya suhu yang dibutuhkan. Saat menggunakan teknik ini maka rasa yang ada pada bahan makanan tertentu akan keluar ekstraksinya. Aroma pada makanan akan lebih wangi serta bumbu meresap dengan sempurna.

Rasa dari bahan makanan akan tetap terjaga dengan baik, terlebih untuk teknik merebus ini mencegah adanya cairan yang meluap secara berlebihan dan sangat baik untuk memasak bahan khusus seperti telur. 

3. Teknik Blanching

Blanching

Teknik blanching atau yang sering juga dikenal dengan blansir ini adalah teknik yang digunakan untuk mematangkan bahan makanan dengan cara memasukkan ke dalam air mendidih dengan waktu cepat. Biasanya waktu yang dibutuhkan sekitar 1 sampai dengan 3 menit saja. 

Waktu yang dibutuhkan memang tidak tentu karena disesuaikan dengan ukuran bahan makanan. Setelah dimasukkan ke air mendidih dengan cara merebus blansir maka bahan masakan tersebut langsung diletakkan pada air es untuk direndam. 

Maksudnya adalah untuk melakukan finishing pada masakan sehingga tidak terlalu matang. Selain itu, dapat juga langsung dialiri dengan air mengalir agar proses masak bisa berhenti. Akan tetapi, untuk langkah ini membutuhkan waktu yang cukup lama agar suhu bahan masakan bisa berkurang. 

Biasanya teknik ini digunakan untuk memasak sayuran yang membutuhkan waktu memasak cukup singkat. Teknik merebus blansir dapat mempertahankan sayuran tetap segar karena mampu menghentikan enzim pembusukan. 

4. Teknik Poaching

Poaching

Selanjutnya, teknik yang bisa dilakukan untuk merebus adalah teknik memasak poaching yang mana hampir serupa dengan teknik boiling maupun simmering. Cairan yang dibutuhkan untuk merebus bahan makanan dengan teknik ini cukup banyak. 

Cairan yang bisa digunakan pada tahap coaching ini adalah air bersih, santan, susu, kaldu, maupun wine. Suhu yang tepat untuk memasak menggunakan teknik ini bisa dikatakan cukup rendah untuk titik didih cairannya yaitu pada suhu 70 – 80 derajat celcius saja. 

Teknik poaching sendiri memiliki tujuan yaitu mempertahankan bentuk dari bahan makanan yang sudah ada. Selain itu, makanan yang tidak mudah hancur. Biasanya teknik ini digunakan untuk memasak telur rebus setengah matang sehingga tampilan luarnya juga akan baik. 

Untuk menggunakan teknik  poaching ternyata ada rahasianya loh. Kamu bisa menggunakan ukuran panci yang tepat yaitu tidak terlalu besar agar volume air tetap terjaga untuk memasak dalam jangka waktu yang cukup lama. 

Bahan Panci yang Baik untuk Teknik Merebus

Selain teknik merebus makanan yang dimiliki, kenali juga bahan panci yang biasa digunakan untuk merebus. Pasalnya, ada beberapa bahan di pasaran yang digunakan untuk memasak. Di bawah ini akan diberikan rekomendasi alat masak yang aman untuk kesehatan:

1. Stainless Steel

Bahan pertama yang bisa digunakan untuk memasak dan merupakan bahan panci yang cukup umum adalah stainless steel. Bahan ini sangat aman dan bahannya juga tahan lama. Stainless steel ini memang mampu menahan api dengan tekanan tinggi. 

Volume air pada panci bisa dimaksimalkan dengan ukuran yang tepat yaitu tidak begitu besar dan tidak begitu kecil. Dengan begitu, memasak dengan teknik merebus dapat dilakukan dengan baik. 

2. Keramik

Selain stainless steel, alat memasak yang cukup sehat digunakan adalah keramik. Pasalnya, dengan menggunakan keramik tidak khawatir adanya unsur logam yang masuk ke dalam masakan. Bahkan keramik ini bisa digunakan untuk memasak dengan slow cooking. 

Yang menjadi kelebihan dari keramik ini adalah anti gores, anti lengket, PFA free, PFOA-free, serta lead-and cadmium-fee sehingga aman dari bahan kimia. 

3. Aluminium

Banyak panci di luaran sana yang menggunakan aluminium karena memiliki karakteristik yang cukup baik yaitu cepat panas, ringan, tidak cepat dingin, dan harganya terjangkau. Jika menggunakan panci dengan bahan aluminium maka cocok digunakan untuk masak yang cepat. 

Bahan ini cenderung lengket digunakan untuk memasak sehingga tidak cocok digunakan untuk panci penumis. Dan juga, kelemahan lainnya cepat penyok dan anti gores. Saat menggunakannya harus cukup cermat agar proses merebus menghasilkan makanan yang lezat. 

Dengan adanya teknik merebus dengan bahan panci yang tepat maka makanan bisa didapatkan dengan baik. Tingkat kematangan akan mempengaruhi rasa dari makanan itu sendiri. Oleh sebab itu, kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan manakah cara dan alat yang tepat.

Yuk, tulis resep masakanmu

Buat resep di Mealy, dibayar tiap bulan!